Sabtu, 16 November 2024

SMP IT Daruth Thoiyyibah NW Ketangga: Menjadi Sekolah yang Anti-Bullying

SMP IT Daruth Thoiyyibah NW Ketangga: Menjadi Sekolah yang Anti-Bullying





SMP IT Daruth Thoiyyibah NW Ketangga merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berkomitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, inklusif, dan penuh rasa hormat. Sebagai sebuah sekolah Islam Terpadu (IT), SMP ini tidak hanya mengajarkan pelajaran akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan sosial kepada siswa-siswinya. Salah satu nilai yang sangat ditekankan di sekolah ini adalah anti-bullying atau penanggulangan kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah.


1. Mengenal Bullying dan Dampaknya

Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan dengan sengaja untuk menyakiti atau menindas orang lain, baik secara fisik maupun psikologis. Di sekolah, bullying sering kali terjadi dalam berbagai bentuk, seperti kekerasan fisik, penghinaan verbal, atau bahkan perundungan melalui media sosial. Dampak dari bullying sangat merusak, baik bagi korban maupun pelaku. Bagi korban, bullying dapat menimbulkan trauma psikologis yang mendalam, depresi, bahkan bisa berujung pada perasaan putus asa atau tindakan ekstrem. Bagi pelaku, bullying dapat menciptakan pola perilaku agresif yang terus berkembang hingga dewasa.


2. Komitmen SMP IT Daruth Thoiyyibah NW Ketangga

Sebagai lembaga pendidikan yang berlandaskan pada prinsip Islam, SMP IT Daruth Thoiyyibah NW Ketangga berupaya untuk mengajarkan siswa-siswinya pentingnya saling menghormati dan menjaga martabat sesama. Salah satu langkah konkret yang diambil oleh sekolah ini adalah dengan memprogramkan kebijakan anti-bullying yang terangkum dalam berbagai kegiatan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.


Sekolah ini meyakini bahwa pendekatan yang baik untuk mengatasi bullying adalah dengan menanamkan kesadaran akan nilai-nilai kebersamaan, kasih sayang, dan penghargaan terhadap keberagaman. Melalui pendidikan karakter yang berbasis pada ajaran Islam, siswa diharapkan dapat memahami bahwa setiap individu memiliki hak untuk dihormati dan diperlakukan dengan baik.

3. Program-program Anti-Bullying di SMP IT Daruth Thoiyyibah

Untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari bullying, SMP IT Daruth Thoiyyibah NW Ketangga menjalankan berbagai program dan kegiatan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan perundungan, di antaranya:


- Pendidikan Karakter Berbasis Islam

  Setiap siswa diajarkan untuk memiliki akhlak yang baik, seperti berbicara dengan sopan, menghormati perbedaan, serta menjunjung tinggi persatuan. Nilai-nilai ini diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran dan kegiatan di sekolah.


-Sosialisasi Anti-Bullying 

  Sekolah ini rutin mengadakan seminar, workshop, dan diskusi mengenai dampak buruk dari bullying dan cara-cara untuk mencegahnya. Kegiatan ini melibatkan siswa, guru, dan orang tua agar tercipta kesadaran kolektif dalam menangani masalah perundungan.


- Pembuatan Regulasi dan Kebijakan

  SMP IT Daruth Thoiyyibah NW Ketangga juga memiliki aturan yang tegas terhadap tindakan bullying. Setiap bentuk bullying, baik yang dilakukan oleh siswa maupun pihak lain, akan mendapatkan sanksi yang sesuai dengan tingkat keparahan perbuatannya. Namun, pendekatan yang lebih humanis seperti bimbingan dan konseling juga diterapkan agar pelaku bullying dapat memperbaiki perilakunya.


- Pendampingan dan Konseling 

  Sekolah ini menyediakan layanan konseling bagi siswa yang menjadi korban maupun pelaku bullying. Melalui pendekatan psikologis, diharapkan siswa dapat lebih memahami dampak dari perilaku bullying dan bagaimana cara mengelola emosi serta berinteraksi dengan teman-temannya secara sehat.


- Kegiatan Ekstrakurikuler yang Mendorong Kepedulian Sosial  

  SMP IT Daruth Thoiyyibah NW Ketangga juga melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang mendorong pengembangan diri, kepemimpinan, serta empati terhadap sesama. Kegiatan seperti organisasi siswa, kepanitiaan, serta kerja sama dalam proyek sosial memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar berinteraksi secara positif dalam berbagai situasi.


4. Peran Orang Tua dalam Menanggulangi Bullying

Peran orang tua sangat penting dalam mencegah terjadinya bullying. SMP IT Daruth Thoiyyibah NW Ketangga aktif mengajak orang tua untuk terlibat dalam proses pendidikan anak-anak mereka. Melalui pertemuan rutin, seminar, dan komunikasi yang terbuka, orang tua diajak untuk selalu memperhatikan perkembangan sosial dan emosional anak-anaknya, serta memberikan dukungan yang positif dalam membentuk karakter anak yang empati dan bijaksana.


 5. Hasil yang Diharapkan

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, SMP IT Daruth Thoiyyibah NW Ketangga berharap dapat menciptakan atmosfer yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Melalui pendidikan karakter, kebijakan anti-bullying, serta peran aktif dari semua pihak, diharapkan dapat terwujud lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan, di mana setiap siswa dapat berkembang tanpa takut dihina, dijauhi, atau disakiti oleh teman sebayanya.


 6. Kesimpulan

SMP IT Daruth Thoiyyibah NW Ketangga berkomitmen untuk menjadikan sekolahnya sebagai tempat yang bebas bullying dengan menanamkan nilai-nilai Islam tentang saling menghargai, menghormati, dan peduli terhadap sesama. Melalui berbagai program dan kebijakan anti-bullying yang komprehensif, sekolah ini berupaya menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berbudi pekerti luhur. Di sini, setiap siswa diajarkan untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab, memiliki empati, dan menghargai keberagaman, sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang positif dan mendukung perkembangan mereka secara holistik.

Sabtu, 01 Juni 2024

Kegiatan Pemetaan Sekolah Imbas PSP Angkatan 1 Th 2024 Oleh BPMP Prov NTB

Kegiatan Pemetaan Sekolah Imbas PSP Angkatan 1 Th 2024 Oleh BPMP Prov NTB

 




Pada tanggal 31 Mei hingga 1 Juni 2024, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) mengadakan acara "Pemetaan Sekolah Imbas PSP Angkatan 1". Acara ini diadakan untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah imbas melalui kegiatan yang terstruktur dan berbasis praktik baik.

Berikut adalah rangkuman kegiatan yang diikuti oleh SMP IT DARUTH THOYYIBAH NW KETANGGA.

Hari Pertama: 31 Mei 2024

Acara dimulai dengan pembukaan resmi pada pukul 14.00 WIB oleh Ketua BPMP Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam sambutannya, Ketua BPMP menekankan pentingnya kerja sama dan inovasi dalam dunia pendidikan untuk mencapai mutu pendidikan yang lebih baik.

Pada pukul 16.00 WIB, sesi praktik baik dilaksanakan. Para peserta, yang terdiri dari perwakilan sekolah-sekolah imbas, berbagi pengalaman dan strategi sukses yang telah mereka terapkan di sekolah masing-masing. Sesi ini menjadi ajang belajar dan inspirasi bagi para peserta untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah mereka.

Setelah sesi praktik baik, peserta diberikan waktu istirahat pada pukul 18.15 WIB, dilanjutkan dengan makan malam. Acara makan malam juga menjadi kesempatan untuk networking dan diskusi informal antar peserta dan penyelenggara.

Pada malam hari, presentasi praktik baik dilanjutkan dengan presentasi dari masing-masing kelompok. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusi dan rencana implementasi praktik baik yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah imbas.

Hari Kedua: 1 Juni 2024

Pagi hari dimulai dengan apel peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Seluruh peserta mengikuti apel dengan penuh khidmat, mengingatkan kembali pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan.

Setelah apel, acara dilanjutkan dengan sesi lanjutan praktik baik. Peserta diberikan waktu untuk memperdalam materi dan merencanakan implementasi lebih lanjut. Diskusi kelompok dan bimbingan dari fasilitator BPMP menjadi bagian penting dalam sesi ini.

Puncak acara adalah sesi pemetaan sekolah imbas. Dalam sesi ini, dilakukan pemetaan kebutuhan dan potensi dari masing-masing sekolah imbas. Hasil pemetaan ini akan menjadi dasar untuk merancang program-program peningkatan mutu pendidikan yang lebih spesifik dan terarah di masa mendatang.

Acara "Pemetaan Sekolah Imbas PSP Angkatan 1" ditutup dengan ucapan terima kasih dari BPMP Provinsi NTB kepada seluruh peserta dan panitia. Beliau berharap hasil dari acara ini dapat diimplementasikan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Provinsi NTB.

Acara "Pemetaan Sekolah Imbas PSP Angkatan 1" oleh BPMP Provinsi NTB merupakan langkah konkret dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui kolaborasi dan berbagi praktik baik antar sekolah. Semoga acara ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh peserta untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam dunia pendidikan.

Sabtu, 08 Oktober 2022

Daruth Thoyyibah NW Ketangga Libur Setiap Hari Jum`at

Daruth Thoyyibah NW Ketangga Libur Setiap Hari Jum`at



Daruth Thoyyibah NW Ketangga menetapkan hari Jum`at sebagai hari Libur SMP IT dan Madrasah Diniyah. Libur dalam artian Libur masuk kelas formal. Sedangkan aktivitas kepondokan lainnya tetap berjalan seperti biasa. 

Liburnya pondok pada hari jum’at tidat lepas dari faktor historis maupun faktor syari’. Syekh Ibnu Hajar al-Haitami menjelaskan, liburnya kegiatan belajar mengajar pada hari Jum’at dikarenakan hari Jum’at merupakan hari raya umat islam. Kegiatan-kegiatan pada umumnya tentu akan menyita waktu, dan akan menyulitkan kita untuk melakukan ibadah ibadah sunnah yang dianjurkan pada hari Jum’at seperti mandi,memotong kuku,mencukur rambut,mencukur bulu kemaluan,mencabut bulu ketiak,bersegera berangkat ke masjid dan kegiatan-kegiatan sunnah lain yang dianjurkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Apabila kegiatan belajar mengajar diadakan maka akan menyulitkan kita dalam melakukan kegiatan kegiatan sunnah tersebut. Dengan diliburkanya kegiatan belajar mengajar diharapkan mudarris (pengajar) maupun santri dapat mengamalkan amalan-amalan khusus di hari Jum’at.

وَسُئِلَ رضي الله عنه هل لِلْمُعَلِّمِينَ في تَرْكِ التَّعْلِيم يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَثَرٌ فَأَجَابَ أَطَالَ اللهُ في مُدَّتِهِ حِكْمَةُ تَرْكِ التَّعْلِيم وَغَيْرِهِ من الْأَشْغَالِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنَّهُ يَوْمُ عِيدِ الْمُؤْمِنِينَ كما وَرَدَ وَيَوْمُ الْعِيدِ لَا يُنَاسِبُهُ أَنْ يَفْعَلَ فِيْهِ الْأَشْغَالَ وَأَيْضًا فَالنَّاسُ مَأْمُورُونَ فيه بِالتَّبْكِيرِ إلَى الْمَسْجِدِ مع التَّهَيُّؤِ قَبْلَهُ بِالْغُسْلِ وَالتَّنْظِيفِ بِإِزَالَةِ الْأَوْسَاخِ وَجَمِيعِ ما يُزَالُ لِلْفِطْرَةِ كَحَلْقِ الرَّأْسِ لِمَنْ اعْتَادَهُ وَشَقَّ عليه بَقَاءُ الشَّعْرِ فإن الْحَلْقَ حِينَئِذٍ سُنَّةٌ وَكَنَتْفِ الْإِبْطِ وَقَصِّ الشَّارِبِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ وَقَصِّ الْأَظْفَارِ وَالتَّكَحُّلِ وَالتَّطَيُّبِ بِشَيْءٍ من أَنْوَاعِ الطِّيبِ وَأَفْضَلُهُ الْمِسْكُ مع مَاءِ الْوَرْدِ وَلَا أَشُكُّ أَنَّ من خُوطِبَ بِفِعْلِ هذه الْأَشْيَاءِ كُلِّهَا مع التَّبْكِيرِ بَعْدَهَا لَا يُنَاسِبُهُ شُغْلٌ فَكَانَ ذلك هو حِكْمَةُ تَرْكِ سَائِرِ الْأَشْغَالِ يوم الْجُمُعَةِ


Syekh Ibnu Hajar al-Haitami ditanya, apakah meninggalkan kegiatan mengajar bagi para guru di hari Jumat ada dasarnya?. Beliau menjawab, hikmah meninggalkan kegiatan mengajar dan beberapa kesibukan lainnya di hari Jumat adalah bahwa hari Jumat merupakan hari raya bagi kaum Mukmin sebagaimana dijelaskan hadits Nabi. Sedangkan saat hari raya tidak sepantasnya seseorang melakukan kegiatan-kegiatan. Di sisi yang lain, pada hari Jumat umat Islam diperintahkan bergegas berangkat menuju masjid beserta aktivitas persiapan sebelumnya meliputi mandi, membersihkan kotoran-kotoran badan dan perkara-perkara yang dihilangkan sebagai bentuk fitrah manusia seperti memotong rambut bagi yang membiasakannya dan berat untuk tidak memotongnya, maka memotong rambut sunah. Seperti juga mencabut bulu ketiak, mencukur kumis, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, memakai celak dan wewangian, lebih utama dengan menggunakan minyak misik beserta air mawar. Dan saya tidak ragu bahwa orang yang dianjurkan melakukan tuntunan-tuntuan ini beserta anjuran bergegas menuju masjid setelahnya tidak sepantasnya melakukan kesibukan apapun. Maka, yang demikian tersebut merupakan hikmah meninggalkan berbagai macam aktivitas di hari Jumat”. (Al-Fatawi al-Fiqhiyyah al-Kubra, juz.1)


Liburnya kegiatan belajar mengajar ini telah ada sejak  zaman khalifah Umar bin Khattab. Dalam kitab Bughyah al-Mustarsyidin, Sayyid Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur menjelaskan:


وَفِي الْإِيْعَابِ أَنَّ عُمَرَ رضي الله عنه طاَلَتْ غَيْبَتُهُ مُدَّةً حَتَّى اشْتَاقَ إِلَيْهِ أَهْلُ الْمَدِيْنَةِ فَلَمَّا قَدِمَ خَرَجُوْا لِلِقَائِهِ فَأَوَّلُ مَنْ سَبَقَ إِلَيْهِ الْأَطْفَالُ فَجَعَلَ لَهُمْ تَرْكَ الْقُرْآنِ مِنْ ظُهْرِ يَوْمِ الْخَمِيْسِ إِلَى يَوْمِ السَّبْتِ وَدَعَا عَلَى مَنْ يُغَيِّرُ ذَلِكَ اهـ ش ق.


 “Dalam kitab al-I’ab disebutkan bahwa Sayyidina Umar bin Khatab pergi sekian lama meninggalkan penduduk Madinah, sampai mereka merindukan beliau. Saat Sahabat Umar kembali, penduduk Madinah berbondong-bondong menyambut kedatangan Khalifahnya tersebut. Pertama kali yang menyambut beliau adalah anak-anak kecil. Kemudian Khalifah Umar memberi kebijakan kepada mereka untuk meliburkan pengajian al-Qur’an sejak zuhur hari Kamis sampai hari Sabtu. Dan beliau mendoakan buruk kepada siapa pun yang mengubah tradisi libur tersebut.”.


Terlepas dari semua itu hak meliburkan santri pada hari Jum’at sejatinya berada di tangan Pimpinan sebagai pemegang keputusan di pondok.Wallahu ta’ala a’lam.